Monday, 17 November 2014

Kasus Ekonomi Koperasi

Koperasi Anak Jalanan, Solusi Efektif Tingkatkan Kesejahteraan

Citizen6, Semarang: Di Kota Semarang, keberadaan anak jalanan sudah tak asing lagi, bahkan Kota Semarang dinilai sebagai daerah tujuan bagi pengemis, gelandangan, dan anak jalanan dari kawasan sekitarnya.

"Saat ini jumlahnya semakin meningkat. Jumlah anak jalanan di Kota Semarang saat ini 350 orang. Tahun lalu 275 orang," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tri Supriyanto, Senin, 15 Juli 2013.

Sejak tahun 2011, Dewi Nur Cahyaningsih (18) dan Faradiba (18) sudah membuat sistem koperasi bagi anak jalanan di wilayah Tugu Muda Semarang yang dinilai sebagai sebuah solusi efektif dalam rangka upaya untuk meningkatkan kesejahteraan anak jalanan.

Melalui ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2011 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI pada 9-14 Oktober 2011, karya dengan judul Pendirian Koperasi Anak Jalanan Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan (Studi Kasus di Kawasan Tugu Muda Semarang) ini mendapat penghargaan medali perak pada bidang IPS dan Humaniora.

Jumlah anak jalanan yang tergabung di Koperasi Anak Jalanan (KOPAJA) dari 2011 sampai dengan sekarang adalah sekitar 30 orang. Dari anak-anak usia 4-17 tahun tergabung dalam kegiatan ini. Mengapa sistem koperasi dinilai sebagai solusi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan anak jalanan saat ini? Karena sistem koperasi berdasarkan asas kekeluargaan dan menggunakan sistem bagi hasil sisa hasil usaha (SHU) yang setelah dimodifikasi periode bagi hasil usahanya seperti bagi hasil ketika anak-anak jalanan tersebut melakukan kegiatan mengamen, sehingga koperasi ini lebih mudah dipahami oleh anak-anak jalanan daripada penyuluhan-penyuluhan yang dinilai tidak membuahkan hasil bagi mereka.

Tiga simpanan koperasi juga diajarkan kepada anak-anak jalanan, yaitu simpanan pokok, wajib, dan sukarela. Pada KOPAJA ini, anak-anak jalanan dapat melakukan berbagai usaha yang modalnya diambil dari koperasi, seperti berjualan es susu, pisang kremes, gorengan, barang-barang kerajinan tangan, dan lain sebagainya. Pelaksanaan kegiatan Koperasi Anak Jalanan ini biasanya dilakukan pada hari Jumat atau Sabtu malam di kawasan Tugu Muda Semarang.

Pendampingan kegiatan KOPAJA ini terus dilakukan oleh para simpatisan dari pelajar SMA dan mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Koperasi Anak Jalanan.

Melalui koperasi, anak-anak jalanan dapat belajar secara praktik bagaimana cara menjadi seorang wirausahawan sekaligus mengubah mainset mereka untuk tidak melulu turun ke jalan untuk mengamen, mengemis, dan meminta-minta. Diharapkan di masa mendatang anak-anak jalanan ini tidak lagi turun ke jalan dan menjadi masyarakat yang produktif. Kalau bukan kita yang peduli dan tergerak membantu mereka untuk kehidupan yang lebih layak, siapa lagi? (Dewi Nur Cahyaningsih/mar)


SOLUSI


Dari contoh kasus atau artikel di atas, kita sudah mengetahui bahwa dua murid dari SMA di Semarang telah membuat solusi untuk meningkatkan kesejahteraan anak jalanan khususnya yang berada di kawasan Tugu Muda, Semarang. Menurut saya, apa yang telah dilakukan oleh murid-murid tersebut sudah benar karena dengan adanya KOPAJA ini, dihrapkan dapat mengurangi jumlah pengemis, gelandangan dan anak jalanan yang berada di wilayah Tugu Muda yang jumlahnya terus meningkat.

Dari contoh kasus diatas juga dapat menginspirasi kita untuk ikut membuat suatu wadah yang nantinya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan anak jalanan dengan membuka koperasi anak jalanan yang berada di kota-kota besar lainnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak adanya lagi pengemis atau gelandangan yang berkeliaran di sepanjang lampu lalu lintas yang dapat mengganggu kenyamanan para pengendara bermotor.

Dengan adanya koperasi ini di kota-kota lain, ada kemungkinan untuk berkurangnya jumlah pengemis/gelandangan dan para pengemis/gelandangan tersebut tidak perlu mengemis lagi di lampu lalu lintas, tetapi mereka dapat berjualan dan membuka usaha dengan adanya bantuan modal dari koperasi ini.


Referensi : Koperasi Anak Jalanan, Solusi Efektif Tingkatkan Kesejahteraan