Tuesday, 1 November 2016

Tugas 4

PENDAHULUAN

Secara umum, kejujuran diakui sebagai keutamaan atau sikap moral pertama sekaligus terpenting yang harus dimiliki oleh setiaap orang, khususnya para pebisnis sebagai makhluk beretika. Sampai saat ini, diakui bahwa kejujuran identik dengan kesesuaian antara kata-kata atau ucapan dengan fakta atau perbuatan.


TEORI

Dalam kenyataannya, terutama di dunia bsnis, kejujuran selalu mengandaikan kebenaran dan keterbukaan. Kebenaran informasi dan keterbukaan pebisnis dan mitra bisnis untuk memberikan informasi yang sebenarnya menyangkut kondisi riil bisnis masing-masing. Pebisnis yang jujur tentu akan menganggap kebohongan sebagai sesuatu yang tabu untuk dilakukan.

Sebagai orang yang berkepribadian moral kuat, pebisnis akan selalu bersedia untuk memberikan informasi yang diperlukan pihak lain perihal kondisi riil bisnisnya. Baginya, istilah “rahasia perusahaan” tidak boleh ada. Istilah rahasia perusahaan hanya cocok untuk pebisnis yang berusahan untuk menutup-nutupi kondisi riil perusahaan, yang berkepribadian moral lemah atau hanya untuk pebisnis yang tidak jujur. Istiah ini selalu dekat dengan ketidakjujuran atau aib yang memang harus diselimuti.

Tidak aneh kalau pebisnis yang selalu berbisnis secara rahasia memiliki laporan keuangan lebih dari satu. Paling kurang terdapat tiga jenis laporan keuangan, yang satu pasti laporan apa adanya atau laporan keuangan yang dibuat atas dasar kejujuran dan biasanya untuk pebisnis sendiri, yang satunya lagi untuk kantor pajak dan yang lainnya untuk perbnkan ketika mengajukan pinjaman. Dalam hal laporan keuangan terdapat keanehan menyangkut perilaku pebisnis. Justru laporan keuangan yang sebenarnya atau yang dibuat secara jujur disembunyikan atau tidak diberitakan kepada siapapun, sementara laporan keuangan hasil rekayasa itulah yang diberikan kepada pihak-pihak lain. Jenis laporannya juga sangat aneh.

Laporan untuk kantor pajak atau sebagai acuan perhitungan pajak pasti kondisi perusahaan diminimalisir sementara laporan untuk perbankan diperbesar dan dikemas bagus. Semuanya itu  menunjukkan hasil kerja pebisnis yang berkepribadian moral lemah. Lain halnya dengan pebisnis yang berkepribdian moral kuat. Bagi pebisnis seperti ini, yang berlaku hanya satu laporan keuangan.
Dalam kehidupan konkret, kejujuran kerap dirasakan sebagai sesuatu yang sangat mahal. Bahkan ada sementara etikawan yang menganggap kejujuran, khususnya dalam dunia bisnis merupakan sesuatu yang bersifat utopis. Namun, hendaklah diingat bahwa semakin kejujuran itu menjadi utopia, semakin tinggi pula penghargaan yang diterima oleh pebisnis yang berlaku jujur. Pebisnis jujur yang baik secara moral adalah orang yang selalu memunculkan diri sebagaimana adanya, demikian pula bisnisnya. Ia tidak menyembunyikan wajak yang sebenarnya termasuk kondisi riil perusahaannya. Ia tidak pernah memakai tameng dalam penampilan diri dan dalam memberikan informasi perihal kondisi perusahaannya. Semuanya dilakukan secara jujur bukan karena takut dicap pembohong, melainkan semata-mata karena ia sendiri menilai bahwa memang itulah sikap yang baik dan benar sehingga patut dilakukan. Ia selalu membuka diri kepada pihak-pihak lain, seperti kepada para karyawan atau buruh (internal) atau kepada mitra dan pemasok (eksternal). Ia sama sekali tidak ingin mempersulit pihak lain yang ingin mengenal dan tahu siapa dia sebenarnya. Bagi pebisnis seperti ini, kepercayaan merupakan kata kunci dalam berbisnis dengan siapa saja.


ANALISIS

Semakin berkembangnya dunia bisnis, banyak pebisnis yang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang, baik itu dengan menggunakan cara yang jujur maupun tidak jujur. Saat ini, memang sudah cukup banyak pebisnis yang menggunakan cara tidak jujur untuk mendapatkan uang. Di bisnis online sering sekali hal itu terjadi.

Ada satu contoh kasus penipuan di Tokobagus yang dilakukan oleh seller atau orang yang menjual di sana. Banyaknya tawaran-tawaran harga miring di Tokobagus menjadikan salah satu konsumen tergiur dengan harga miring tersebut. Konsumen membeli handphone malalui Tokobagus dan sudah mentransfer uang kepada penjualnya, namu barang yang dipesan si konsumen tidak pernah datang. Nomor telpon penjual pun tidak dapat dihubungi.

Tidak hanya itu saja, kasus penipuan lain juga terjadi di Tokobagus. Konsumen tergiur dengan iklan penawaran sebuah kamera digital di Tokobagus. Namun setelah mentransfer uangnya, konsumen mendapat konfirmasi dari pihak lain bahwa toko tempat konsumen membeli kamera tersebut ternyata sudah tutup dan akhirnya barang juga tidak sampai. Dan juga nota pembelian tidak disertakan dalam transaksi antar konsumen-penjual.

Sebenarnya tidak hanya di Tokobagus saja yang terdapat penjual nakal, tapi banyak diluar sana penjual nakal yang bertebaran dimana-mana. Kita sebagai konsumen apabila tidak ingin tertipu oleh penjual nakal, sebaiknya tidak tergiur dengan adanya penawaran berdalih harga yang sangat murah. Konsumen harus bijak ddan teliti sebelum membeli sesuatu apalagi membeli dengan cara online.


REFERENSI

L.Sinuor, Yosephus. 2010. Etika Bisnis: Pendekatan Filsafat Moral Terhadap Perilaku Pebisnis Kontemporer. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

No comments:

Post a Comment