PENDAHULUAN
Secara
umum, kejujuran diakui sebagai keutamaan atau sikap moral pertama sekaligus
terpenting yang harus dimiliki oleh setiaap orang, khususnya para pebisnis
sebagai makhluk beretika. Sampai saat ini, diakui bahwa kejujuran identik
dengan kesesuaian antara kata-kata atau ucapan dengan fakta atau perbuatan.
TEORI
Dalam
kenyataannya, terutama di dunia bsnis, kejujuran selalu mengandaikan kebenaran
dan keterbukaan. Kebenaran informasi dan keterbukaan pebisnis dan mitra bisnis
untuk memberikan informasi yang sebenarnya menyangkut kondisi riil bisnis
masing-masing. Pebisnis yang jujur tentu akan menganggap kebohongan sebagai sesuatu
yang tabu untuk dilakukan.
Sebagai
orang yang berkepribadian moral kuat, pebisnis akan selalu bersedia untuk
memberikan informasi yang diperlukan pihak lain perihal kondisi riil bisnisnya.
Baginya, istilah “rahasia perusahaan” tidak boleh ada. Istilah rahasia
perusahaan hanya cocok untuk pebisnis yang berusahan untuk menutup-nutupi
kondisi riil perusahaan, yang berkepribadian moral lemah atau hanya untuk
pebisnis yang tidak jujur. Istiah ini selalu dekat dengan ketidakjujuran atau
aib yang memang harus diselimuti.
Tidak
aneh kalau pebisnis yang selalu berbisnis secara rahasia memiliki laporan
keuangan lebih dari satu. Paling kurang terdapat tiga jenis laporan keuangan,
yang satu pasti laporan apa adanya atau laporan keuangan yang dibuat atas dasar
kejujuran dan biasanya untuk pebisnis sendiri, yang satunya lagi untuk kantor
pajak dan yang lainnya untuk perbnkan ketika mengajukan pinjaman. Dalam hal
laporan keuangan terdapat keanehan menyangkut perilaku pebisnis. Justru laporan
keuangan yang sebenarnya atau yang dibuat secara jujur disembunyikan atau tidak
diberitakan kepada siapapun, sementara laporan keuangan hasil rekayasa itulah
yang diberikan kepada pihak-pihak lain. Jenis laporannya juga sangat aneh.
Laporan
untuk kantor pajak atau sebagai acuan perhitungan pajak pasti kondisi
perusahaan diminimalisir sementara laporan untuk perbankan diperbesar dan
dikemas bagus. Semuanya itu menunjukkan
hasil kerja pebisnis yang berkepribadian moral lemah. Lain halnya dengan
pebisnis yang berkepribdian moral kuat. Bagi pebisnis seperti ini, yang berlaku
hanya satu laporan keuangan.
Dalam
kehidupan konkret, kejujuran kerap dirasakan sebagai sesuatu yang sangat mahal.
Bahkan ada sementara etikawan yang menganggap kejujuran, khususnya dalam dunia
bisnis merupakan sesuatu yang bersifat utopis. Namun, hendaklah diingat bahwa
semakin kejujuran itu menjadi utopia, semakin tinggi pula penghargaan yang
diterima oleh pebisnis yang berlaku jujur. Pebisnis jujur yang baik secara
moral adalah orang yang selalu memunculkan diri sebagaimana adanya, demikian
pula bisnisnya. Ia tidak menyembunyikan wajak yang sebenarnya termasuk kondisi
riil perusahaannya. Ia tidak pernah memakai tameng dalam penampilan diri dan
dalam memberikan informasi perihal kondisi perusahaannya. Semuanya dilakukan
secara jujur bukan karena takut dicap pembohong, melainkan semata-mata karena
ia sendiri menilai bahwa memang itulah sikap yang baik dan benar sehingga patut
dilakukan. Ia selalu membuka diri kepada pihak-pihak lain, seperti kepada para
karyawan atau buruh (internal) atau kepada mitra dan pemasok (eksternal). Ia
sama sekali tidak ingin mempersulit pihak lain yang ingin mengenal dan tahu
siapa dia sebenarnya. Bagi pebisnis seperti ini, kepercayaan merupakan kata
kunci dalam berbisnis dengan siapa saja.
ANALISIS
Semakin
berkembangnya dunia bisnis, banyak pebisnis yang melakukan berbagai cara untuk
mendapatkan uang, baik itu dengan menggunakan cara yang jujur maupun tidak
jujur. Saat ini, memang sudah cukup banyak pebisnis yang menggunakan cara tidak
jujur untuk mendapatkan uang. Di bisnis online sering sekali hal itu terjadi.
Ada
satu contoh kasus penipuan di Tokobagus yang dilakukan oleh seller atau orang
yang menjual di sana. Banyaknya tawaran-tawaran harga miring di Tokobagus
menjadikan salah satu konsumen tergiur dengan harga miring tersebut. Konsumen membeli
handphone malalui Tokobagus dan sudah mentransfer uang kepada penjualnya, namu
barang yang dipesan si konsumen tidak pernah datang. Nomor telpon penjual pun tidak
dapat dihubungi.
Tidak
hanya itu saja, kasus penipuan lain juga terjadi di Tokobagus. Konsumen tergiur
dengan iklan penawaran sebuah kamera digital di Tokobagus. Namun setelah
mentransfer uangnya, konsumen mendapat konfirmasi dari pihak lain bahwa toko
tempat konsumen membeli kamera tersebut ternyata sudah tutup dan akhirnya
barang juga tidak sampai. Dan juga nota pembelian tidak disertakan dalam
transaksi antar konsumen-penjual.
Sebenarnya
tidak hanya di Tokobagus saja yang terdapat penjual nakal, tapi banyak diluar
sana penjual nakal yang bertebaran dimana-mana. Kita sebagai konsumen apabila
tidak ingin tertipu oleh penjual nakal, sebaiknya tidak tergiur dengan adanya
penawaran berdalih harga yang sangat murah. Konsumen harus bijak ddan teliti
sebelum membeli sesuatu apalagi membeli dengan cara online.
REFERENSI
L.Sinuor,
Yosephus. 2010. Etika Bisnis: Pendekatan
Filsafat Moral Terhadap Perilaku Pebisnis Kontemporer. Jakarta: Yayasan
Pustaka Obor Indonesia.
No comments:
Post a Comment