Saturday, 27 May 2017

Tulisan 3

Pada tulisan sebelumnya, saya menceritakan tentang nenek saya. Kali ini, saya ingin enceritakan tentang kakek saya yang saat ini juga telah pergi meninggalkan semuanya.

Sudah beberapa tahun belakangan ini, kakek saya duduk di kursi roda. Beliau sudah tidak kuat terlalu lama berdiri apalagi untuk berjalan. Kakek saya juga mempunyai banyak riwayat penyakit yang diderita. Tahun 2016 merupakan tahun yang dapat dikatakan cukup menyakitkan bagi kakek saya dikarenakan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh. Sebelumnya, kakek saya masih bisa duduk di kursi roda tetapi tahun lalu beliau sudah tidak kuat lagi duduk di kursi roda yang akhirnya beliau hanya dapat berbaring di kasurnya sepanjang waktu.

Kakek saya sudah sering kali keluar-masuk rumah sakit. Terakhir, awal tahun 2017, kakek saya dilarikan ke rumah sakit di Jakarta Selatan. Kakek saya kondisinya saat itu sudah sangat lemah. Beliau dimasukan ke ruang HCU. Sekitar 2-3 minggu kakek saya dirawat disana sampai akhirnya pada tanggal 25 Januari 2017, kakek saya menghembuskan nafas terakhirnya.

Jauh hari ketika kondisi kakek saya masih sehat walaupun duduk di kursi roda, kakek saya pernah berkeinginan agar saya mulai berhijab. Kakek saya juga selalu mendoakan dan menginginkan saya agar lulus dari Gunadarma dengan lancar dan tepat waktu. Saat ini saya masih belum bisa menjalani keinginan kakek saya yang pertama, tetapi nanti pasti akan saya lakukan. Untuk keinginan keduanya, saat ini saya sedang berusaha untuk melakuannya. Saya ingin membuktikan bahwa saya dapat lulus tepat waktu tahun ini dan tidak akan mengecewakan kakek saya.

Semangat!

Tulisan 2

Hari ini saya tiba-tiba teringat dengan nenek saya dan kebetulan pula kalau hari merupakan hari pertama di bulan puasa tahun 2017. Puasa tahun 2017 merupakan tahun ke empat saya berpuasa tanpa adanya orang terdekat dalam hidup saya, keluarga yang sangat dekat selain kedua orang tua, yaitu nenek saya. Nenek saya meninggal pada bulan Oktober 2013 di salah satu rumah sakit di Jakarta dikarenakan sakit.

Kali ini, saya ingin menceritakan sedikit tentang nenek saya. Ketika saya kecil, saya sangat dekat nenek saya. Saking dekatnya, sampai-sampai saya tidak mau makan kalau tidak dibuatkan makanan oleh nenek saya. Saat itu saya merupakan cucu perempuan pertama di keluarga. Rumah yang saya tempati hanya berjarak 10 meter dari rumah nenek saya, wajar saja kalau kami begitu dekat.

Ada satu penyesalan yang masih sangat saya ingat sebelum nenek saya meninggal. Malam sebelum nenek saya meninggal, ibu saya sempat menyuruh saya untuk tanya ke nenek mau makan apa? biar nanti di bawakan. Tetapi saat saya sudah berada didepan rumah nenek, om dan tante saya ternyata sudah membawakan makanan duluan. Setelah tau itu, saya langsung pulang kerumah tanpa masuk terlebih dahulu.

Keesokan harinya, saya pergi ke kampus. Sekitar pukul 10, saya mendapat kabar bahwa nenek saya dibawa ke rumah sakit dan beliau tidak sadarkan diri. Saat itu saya sedang di kelas menunggu dosen. Keluarga saya terus memberi kabar tentang keadaan nenek saya dan terus meminta doa untuk kesembuhan nenek saya. Saya bimbang antara saya harus pergi ke rumah sakit atau saya tetap tunggu kabar lagi dari keluarga saya. Akhirnya saya tetap berada di kelas dan menunggu kabar lain. 

Pukul 12.30 dosen masuk ke ruang kelas dan menjelaskan materi-materi. Tidak lama kemudian sekitar pukul 1 siang, saya diberitahu bahwa nenek saya telah meninggal dunia. Pada saat itu saya diam diam menangis dan teman-teman yang melihat, mulai menenangkan saya. Badan saya rasanya sangat lemas. Untung saja dosennya tidak lama di kelas, hanya 1 jam. Setelah dosen keluar, saya juga segera keluar dan pulang. Seandainya saja malam itu saya menyempatkan untuk masuk kedalam rumah nenek dan bertemu nenek, saya tidak akan merasa se-menyesal ini.

Saat ini saya rindu dengan suasana berpuasa bersama nenek. Saya rindu merayakan lebaran bersama nenek yang tentunya keluarga yang lain juga merasakan apa yang saya rasakan. Itu adalah moment pertama saya merasakan ditinggal oleh keluarga dekat saya yang sampai saat ini masih membuat saya sangat sedih dan merasa kehilangan.

Kalau saja nenek saya masih ada sampai saat ini, saya ingin mengucapkan 1 kalimat ini. I really love you, Nek!

Tulisan 1

Pengalaman Praktik Kerja Lapangan


Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selalu ada kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk seluruh jurusan. Saya merupakan salah satu siswa yang bersekolah di SMK, tepatnya di SMK 37 Jakarta Selatan jurusan Patiseri/Pastry. Patiseri/Pastry merupakan jurusan yang mempelajari tentang bagaimana dasar utama untuk membuat roti maupun kue, teknik pembuatan dan pengolahan berbagai macam roti maupun kue hingga menjadi produk bercita rasa tinggi, serta teknik penyajian secara benar dan higienis. Biasanya kegiatan PKL dilakukan pada kelas 2 semester 2 dan dilakukan selama 6 bulan.

Pada 31 Desember 2011 merupakan hari pertama saya melakukan kegiatan Praktik Kerja Lapangan di salah satu hotel bintang 4 di Jakarta Barat, Grand Tropic Suites’ Hotel. Di hotel tempat saya PKL terdapat 3 shift untuk bagian pastry yaitu shift pagi pukul 7:00, shift middle pukul 10:00 (jarang sekali yang mendapat shift ini, dan kalaupun ada yang mendapat shift ini, biasanya hanya untuk para trainee seperti saya), dan shift sore pukul 15:00 (para trainee khususnya perempuan tidak pernah ada yang mendapatkan shift ini dikarenakan alasan keamanan saat pulang ke rumah). Jam kerja disana selama 8 jam, namun hampir setiap hari saya, teman-teman, juga staff lain melewati batas waktu kerja yang telah ditentukan dikarenakan persiapan untuk dinner dan breakfast.


Kegiatan saya selama PKL sangat beragam. Dari membuat berbagai macam roti, cake, dessert, menjaga stall pada saat lunch, me-refill produk-produk pastry pada saat breakfast, lunch maupun dinner, dan lain-lain. Disana juga saya mendoatkan berbagai pengalaman contohnya seperti bagaimana sikap kita saat berhadapan langsung dengan konsumen, bagaimana kerjasama kita dengan para staff dan sesama trainee, dan magaimana mengatur diri sendiri untuk disiplin dan bersikap profesional.

Pada 30 Juni 2012, saya resmi telah menyelesaikan PKL. Sebelum melakukan kegiatan PKL ini, saya sempat ragu, apakah saya dapat melakukannya dengan baik dengan waktu yang selama itu? Tetapi setelah saya menjalaninya, saya merasa bahwa waktu 6 bulan tersebut merupakan waktu yang sangat singkat. Saya harus berpisah dengan teman-teman trainee yang lain, dengan senior dan staff-staff disana. Walaupun sedih, namun saya mendapatkan pengalaman bekerja yang luar biasa di Grand Tropic Suites’ Hotel yang tidak pernah dirasakan oleh siswa SMA manapun. Terimakasih semuanya!

Thursday, 27 April 2017

Cara atau Strategi yang Digunakan Untuk Menjawab Soal Structure dalam TOEFL

Structure and Written Expression dalam TOEFL bertujuan untuk menguji kemampuan Anda dalam mengidentifikasi bahasa Inggris tulis yang digunakan dalam situasi formal (formal written English). Banyak ekspresi-ekspresi bahasa Inggris yang bisa diterima dalam komunikasi lisan, namun tidak bisa diterima atau tidak lazim digunakan dalam komunikasi tulis, apalagi yang bersifat formal.  Soal Structure and Written Expression terdiri dari dua bagian, struktur kalimat (structure) dan ekspresi bahasa Inggris tulis (written expression). Structure and Written Expression terdiri dari 40 soal, terdiri dari 15 soal structure (nomor 1 sampai dengan 15) dan 25 soal untuk written expression (nomor 16 sampai dengan 40). Waktu untuk mengerjakan 40 soal ini adalah 25 menit.Cara atau strategi yang di gunakan dalam menjawab soal structure di dalam TOEFL:

Cara atau strategi yang di gunakan untuk menjawab soal structure dalam TOEFL:

1. Pastikan Kesesuaian Kalimat yang Memiliki Subject dan Verb
Anda tahu bahwa kalimat dalam bahasa Inggris harus memiliki subjek (subject) dan kata kerja (verb). Jenis yang paling umum dalam pertanyaan STRUCTURE TOEFL Test ialah mengenai subject dan verb: mungkin kata yang dikosongkan, baik subject atau verb atau keduanya, atau mungkin kata yang memiliki subject tambahan atau verb tambahan.

2. Perhatikan Betul Objek (Object) dari Kata Depan (Preposition)
Preposisi selalu diikuti kata benda (noun), bukan kata kerja (verb). Kata benda tersebut berlaku sebagai objek. Kata benda ini dapat berupa noun (kata benda), proper noun (nama), pronoun (kata ganti), noun group/noun phrase (kelompok kata kerja), dan gerund (kata kerja yang dibendakan).  Cara menjawab soal TOEFL structure jenis ini, perhatikan penjelasan berikut.

Preposisi yang diikuti kata benda tersebut, seperti as, in, at, of, to, by, behind, on, dan sebagainya, untuk membentuk frase preposisional. Daftar preposisi lainnya yang biasa digunakan dapat Anda lihat dalam apendiks. Perhatikan kalimat berikut.
  • (After his exams) Tom will take a trip (by boat).

Kalimat di atas mengandung dua objek preposisi. Exams (ujian) adalah objek dari preposisi after. Sedangkan boot (perahu) adalah objek preposisi by.

Sebuah objek dari preposisi juga dapat menimbulkan kebingungan dalam pertanyaan tes TOEFL STRUCTURE. Sebab, bisa saja Anda mengira objek tersebut sebagai subjek dalam sebuah kalimat.

3. Hati-hati terhadap Appositive
Peserta tes TOEFL dapat terjebak oleh pertanyaan kalimat "appositive" dalam Structure and Written Expression TOEFL Test. Pasalnya, kita bisa saja keliru menentukan subjek dalam kalimat appositive. Appositive merupakan kata benda (noun) yang datang sebelum atau sesudah kata benda lain, namun memiliki keterikatan sebagai status yang sama.  Cara menjawab soal TOEFL structure jenis ini, perhatikan kalimat berikut.
  • Sally, the best student in the class, got an A on the exam.

Dalam kalimat di atas, Sally sebagai subjek. Sedangkan, the best student in the class adalah sebagai frase appositive. Sebab, student adalah kata benda (noun) dan dipisahkan oleh tanda koma. Kalimat di atas menunjukkan bahwa Sally dan the best student in the class adalah orang yang sama (Sally = student). Jika kita membuang kalimat appositivenya, akan jadi "Sally got an A on the exam"  (Sally mendapat nilai A dalam ujian).

4. Hati-hati terhadap Present Participle
Present participle adalah bentuk -ing dari kata kerja (seperti: playing, talking). Dalam pertanyaan Structure pada tes TOEFL, present participle dapat membingungkan Anda. Sebab, bisa saja berupa bagian dari kata kerja (verb) atau kata sifat (adjective).  Cara menjawab soal TOEFL structure jenis ini, perhatikan dua hal berikut.

A. Kata Kerja (Verb)
Ia dapat menjadi kata kerja ketika didahului oleh verb be/to be.
  • The man is talking to his friend.

Dalam kalimat ini talking adalah bagian dari kata kerja karena disertai dengan is.

B. Kata Sifat (Adjective)
Present participle dapat menjadi kata sifat apabila tidak disertai dengan beberapa bentuk kata kerja be/to be.
  • The woman working as an english teacher is very beautiful

Dalam kalimat di atas, working adalah kata sifat dan bukan bagian dari kata kerja, karena tidak disertai dengan bentuk be/to be.

5. Hati-hati terhadap Past Participle
Past participle dapat menyebabkan kebingungan dalam struktur pertanyaan pada tes TOEFL karena past participle dapat berupa kata sifat atau bagian dari kata kerja. Past participle adalah bentuk kata kerja (verb) yang muncul/didahului be (am, is, are, was, were) dan have (have, has, had). Biasanya, pembentukannya diakhiri -ed (offered, listed, suspected, etc.) , tetapi ada juga banyak past participle tak beraturan dalam bahasa Inggris (lihat daftarnya dalam Appendix software Genius TOEFL).  Cara menjawab soal TOEFL structure jenis ini, perhatikan dua point berikut.

A. Verb
  • The family has purchased a television.
  • The poem was written by Paul.

Pada kalimat pertama bentuk past participle "purchased" merupakan bagian dari kata kerja karena di dahului oleh have (has).  Sementara yang kedua, past participle "written" juga merupakan bagian dari kata kerja karena di dahului oleh be (was).

B. Adjective
Past participle dapat menjadi kata sifat apabila tidak disertai/didahului bentuk be atau have.
  • The television purchased yesterday was expensive.
  • The poem written by Paul appeared in the magazine.

Dalam kalimat pertama, purchased adalah adjective, bukan verb, karena tidak disertai bentuk be atau have (dan ada sebuah verb, "was", dalam kalimat berikutnya). Dalam kalimat kedua, written adalah adjective, bukan verb, karena tidak disertai bentuk be atau have (dan ada sebuah kata kerja, "appeared",  dalam kalimat berikutnya).

6. Gunakan Kata Penghubung (Coordinate Connector) dengan Benar
Banyak kalimat dalam bahasa Inggris mempunyai lebih dari 1 klausa (clause):
  • I am learning.
  • Mom is cooking, and dad is working in the garden.
  • The girl who is looking at me is my neighbour.

Kalimat no 1, hanya mempunyai 1 klausa. Sementara kalimat no 2, pada kalimat terakhir mempunyai 2 klausa, yaitu "mom is cooking" dan "dad is working in the garden". Sedangkan no 3,  ada 2 klausa, yaitu "the girl is my neighbor" dan "who is looking at me".

Dari contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa klausa merupakan bagian dari kalimat atau kalimat itu sendiri yang mempunyai satu subjek dan satu verb. Umumnya diartikan bahwa klausa itu merupakan sekumpulan kata yang berisi sebuah subjek dan sebuah verb.

Pada kunci ini akan dipelajari mengenai bentuk-bentuk kata penghubung (coordinate connector) serta penggunaannya dalam kalimat. Coordinate connector digunakan untuk  menghubungkan antara satu klausa dengan klausa lain yang menggunakan and, but, or, so, yet, dan tanda koma (,). Perhatikan kata yang digaris bawahi pada contoh berikut. 

  • Tom is singing, and Paul is dancing.
  • Tom is tall, but Paul is short.
  • Tom must write the letter, or Paul will do it.
  • Tom told a joke, so Paul laughed.
  • Tom is tired, yet he is not going to sleep.

7. Gunakan Kata Penghubung Keterangan Waktu dan Penyebab (Time and Cause Connector) dengan Benar
Kalimat yang menggunakan klausa dari klausa keterangan waktu mempunyai 2 pola dasar:
  • I will sign the check before you leave. 
  • Before you leave, I will sign the check.

Tiap contoh di atas, terdapat 2 klausa: "you leave" dan "I will sign the check". Dari kedua klausa tersebut, sebagai klausa keterangan waktu (adverb time clause)-nya yaitu "you leave", karena didahului kata penghubung keterangan waktu (adverb time connector) "before". Dalam pola ini, ketika adverb time connector berada di depan kalimat,  diperlukan tanda koma (,) di tengah kalimat.


REFERENSI:
  1. Contoh Soal TOEFL Structure and Written Expression
  2. Cara Menjawab Soal TOEFL Structure (1)
  3. Cara Menjawab Soal TOEFL Structure (2)
  4. Cara Menjawab Soal TOEFL Structure (3)
  5. Cara Menjawab Soal TOEFL Structure (4)
  6. Cara Menjawab Soal TOEFL Structure (5)
  7. Cara Menjawab Soal TOEFL Structure (6)
  8. Cara Menjawab Soal TOEFL Structure (7)



Monday, 17 April 2017

Strategi Mengerjakan Soal Listening di TOEFL Paper Based Maupun Computer Based

Strategi Menjawab Soal Listening Comprehension
  1. Pahami bentuk-bentuk petunjuk (direction) pada masing-masing bagian (part) dengan baik sebelum hari-H ujian.
  2. Bacalah pilihan pada masing-masing soal sebanyak mungkin ketika narator sedang membacakan perintah dan contoh soal (example).
  3. Dengarkan dengan penuh konsentrasi dan fokuskan perhatian Anda pada percakapan yang sedang Anda dengarkan.
  4. Maksimalkan kemampuan listening Anda pada soal-soal pertama pada masing-masing bagian.

Struktur Soal Test TOEFL Listening Comprehension
Soal Tes TOEFL Listening Comprehension Section terdiri dari tiga bagian dengan 50 pertanyaan.
  1. Bagian A (Part A) terdiri dari 30 pertanyaan.
  2. Bagian B (Part B) terdiri dari tujuh sampai delapan pertanyaan.
  3. Bagian C (Part C) terdiri dari 11 sampai 13 pertanyaan.


1. Part A
Pada Part A, Anda akan mendengar sekitar 30 percakapan pendek (short conversation/dialog) antara dua orang dan setiap satu percakapan akan diikuti oleh satu pertanyaan. Rata-rata satu pembicara hanya berbicara satu kali. Ketika Anda mendengarkan percakapan, Anda harus memperhatikan dengan cermat ungkapan yang diucapkan oleh pembicara kedua, karena biasanya kata kunci untuk menjawab berada pada kalimat yang diucapkan oleh pembicara kedua.
Pembicara kedua biasanya akan memberikan informasi penting yang membuat Anda bisa menjawab pertanyaan. Setelah satu percakapan selesai Anda akan mendengar sebuah pertanyaan. Empat pilihan jawaban sudah tersedia dalam lembar soal. Semua jawaban disusun secara gramatikal, dan tampaknya semua benar. Namun sebenarnya HANYA ADA SATU jawaban yang benar. Anda iya diberi waktu 10 sampai 12 detik untuk menjawab setiap soalnya.

TIPS DAN TRIK MENJAWAB SOAL PART A
  1. Fokuskan pendengaran Anda pada orang kedua.
  2. Jangan panik jika tidak bisa memahami kata demi kata dalam percakapan secara komplit. Anda hanya perlu menangkap ide atau isi percakapan.
  3. Bila anda sama sekali tidak bisa memahami apa yang dibicarakan pembicara kedua, pilihlah jawaban yang paling berbeda dari apa yang Anda dengar.
  4. Pahami bentuk-bentuk functional expression seperti agreement (persetujuan), uncertainty (ketidakpastian), suggestion (saran), surprise (keterkejutan), idiomatic expression, dan situasi ketika pembicaraan dilakukan.

2. Part B
Pada Part B, Anda akan mendengar sebuah percakapan panjang (long conversation/dialogue) antara dua orang dan setiap satu percakapan panjang akan diikuti oleh beberapa pertanyaan.

TIPS DAN TRIK MENJAWAB SOAL PART B
  1. Ketika narator membacakan petunjuk untuk PartB Anda sebaiknya membaca pilihan jawaban secara sekilas kemudian merekamnya dan memperkirakan tema apa yang akan menjadi perbincangan.
  2. Ketika menyimak conversation, Anda harus mengetahui tema/topik yang dibicarakan.
  3. Waspadalah terhadap masing-masing pertanyaan.
  4. Cermati kondisi dan situasi yang terjadi seiama percakapan berlangsung, yakni menyangkut tempat dan waktu pembicaraan, apa dan siapa yang dibicarakan.

3. Part C
Pada Part C, Anda akan mendengarkan ceramah pendek (a short lecture/talk) dan setiap satu mah pendek akan diikuti oleh beberapa pertanyaan. Biasanya setelah kuliah atau ceramah Jek, Anda akan mendengar 3 (tiga) sampai 7 (tujuh) pertanyaan.

TIPS DAN TRIK MENJAWAB SOAL PART C
  1. Bila Anda memiliki waktu, lihatlah pilihan-pilihan jawaban yang tertera pada lembar soal dan temukan kata kuncinya.
  2. Waspadailah pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topik bagi kalimat-kalimat selanjutnya.
  3. Fokuskan pendengaran Anda pada hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan 5W (what, who, when, where, why) dan How.
  4. Buatlah kesimpulan/inferasi atas situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.


Referensi:

Saturday, 11 March 2017

Perbedaan TOEFL Paper Based dan TOEFL Computer Based

TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Ia merupakan test proficiency yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang tanpa dikaitkan secara langsung dengan proses belajar mengajar. Dengan demikian TOEFL berbeda dengan achievement test, yaitu tes yang lingkup ujinya terbatas pada bahan yang telah dipelajari siswa dalam satu kelas bahasa Inggris. TOEFL mencakup empat aspet yaitu (1) Listening Comprehension, (2) Structure and Written Expression, (3) Reading Comprehension, dan (4) Test of Written English (TWE).

Perbedaan TOEFL Paper Based dan TOEFL Computer Based

1. PBT (Paper Based Test) TOEFL
PBT-TOEFL adalah jenis TOEFL Test yang pertama kali dikeluarkan oleh ETS. Sistem tes pada PBT-TOEFL menggunakan paper atau lembaran-lembaran kertas soal dan lembar jawaban yang harus diisi dengan pensil 2B.
Materi yang diujikan adalah:
  • Listening
  • Structure
  • Reading
Score range 217 - 677. Lama waktu tes adalah 2 - 2,5 jam.

2. CBT (Computer Based Test) TOEFL
CBT-TOEFL adalah jenis kedua, menggantikan PBT-TOEFL. Sistem tes CBT-TOEFL tidak lagi menggunakan paper, tapi langsung dengan komputer. Semua soal menggunakan software dan setiap soal langsung dijawab atau dikerjakan di komputer. CBT pertama kali dikeluarkan pada tahun 1998. Namun di beberapa negara Asia, khususnya Indonesia masih diperkenankan untuk menggunakan PBT (ITP-TOEFL) sebagai standar Internasional TOEFL Test. Sehingga pamor CBT di Indonesia sangat minim. Bahkan hingga sekarang masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui apa itu CBT-TOEFL.
Materi yang diujikan adalah:
  • Listening
  • Structure
  • Reading
  • Writing
Score range 0 - 300. Lama waktu tes adalah 2 - 2,5 jam.


REFERENSI

Saturday, 31 December 2016

Tugas 7

PENDAHULUAN

Di hampir setiap kota di Indonesia mengalami masalah dalam penataan kawasan bisnis, terutama para pedagang kaki lima. Penggusuran terpaksa dilalukan oleh PEMDA demi penataan kawasan agar menjadi lebih bersih dan tidak macet. Namun sering terjadi bentrokan antara Petugas (SATPOL PP) versus pedagang kaki lima.


TEORI

Penggusuran adalah pengusiran paksa baik secara langsung maupun secara tak langsung yang dilakukan pemerintah setempat terhadap penduduk yang menggunaan sumber daya lahan untuk keperluan hunian maupun usaha. Penggusuran terjadi di wilayah urban karena keterbatasan dan mahalnya lahan. Di wilayah rural penggusuran biasanya terjadi atas nama pembangunan proyek prasarana besar seperti misalnya bendungan.

Di kota besar, penggurusan kampung miskin menyebabkan rusaknya jaringan sosial pertetanggaan dan keluarga, merusak kestabilan kehidupan keseharian seperti bekerja dan bersekolah serta melenyapkan aset hunian. Penggusuran adalah pelanggaran hak tinggal dan hak memiliki penghidupan. Dialog dan negosiasi dengan pihak atau masyarakat terkait dilakukan untuk menghindari penggusuran.

Akan tetapi, penggusuran adalah hal yang mutlak untuk menanggulangi penduduk liar. Hal ini karenakan mereka sama sekali tidak membayar tanah. Dan lagi, mereka harus dipulangkan ke daerah asalnya, seperti transmigrasi.


ANALISIS

Pada awal September 2016, terjadi bentrokan antara petugas Satpol PP dengan ratusan warga Rawajati Jakarta. Hal ini dikarenakan adanya pembongkaran bangunan yang berada di samping apartemen Kalibata City yang dilakukan oleh Pemprov DKI. Pemprov DKI ingin mengembalikan kawasan ini sebagai jalur hijau. Ratusan warga menolak untuk direlokasi ke Rusun Marunda dikarenakan lokasinya sangat jauh dari lokasi pemukiman awal.

Semakin banyaknya pendatang ke Jakarta, semakin banyak pula orang-orang yang nekat mendirikan bangunan diatas kawasan hijau dikarenakan sudah tidak ada lagi tepat untuk tinggal di kota Jakarta.  Menurut saya, upaya yang dilakukan oleh pihak Pemprov DKI Jakarta bertujuan baik, yaitu untuk mengembalikan kawasan Rawajati sebagai jalur hijau. Pemerintah juga sudah menyediakan tempat relokasi bagi warga yang di gusur. Akan tetapi, para petugas yang menjaga penggusuran sering kali bertindak kasar dan ada juga yang sampai melakukan kekerasan kepada warga yang menyebabkan terjadinya bentrokan antara petugas dan warga.

Cara yang tepat agar tidak terjadi bentrok adalah harus ada kesadaran dari warga untuk tidak menempati atau mendirikan bangunan dikawasan hijau. Karena kalau kawasan hijau tersebut dikembalikan, maka akan berdampak baik juga bagi kota Jakarta maupun warga Jakarta. Selain itu bagi para petugas Satpol PP, sebaiknya tidak melakukan kekerasan saat melakukan penggusuran. Dari pihak Pemprov juga sebaiknya menginformasikan dahulu kepada warga yang akan digusur, kalau tempat tinggal mereka akan dijadikan kawasan hijau dan juga yang perlu diingat, bahwa parawarga juga mempunyai hak untuk tinggal. Maka dari itu, dibutuhkan kesepakatan antara kedua belah pihak (pemerintah dan warga) mau di relokasikan kemana para warga tersebut agar menghasilkan win-win solution.


REFERENSI