PENDAHULUAN
Kesuksesan
Muhammad dalam berdagang sudah menjadi fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri,
kehebatan beliau dalam berbisnis telah diketahui banyak orang sampai
suatu saat Khadijah mendengar dan menjadikannya sebagai partner dalam usahanya.
Dengan sentuhan Muhammad Khadijah mendapat untung tidak sewajarnya, seperti
tercatat dalam sejarah bahwa ketika usahanya dipercayakan Muhammad, dia
mendapat untung yang tidak pernah didapat oleh orang sebelumnya.
Tentu,
ini tidak terlepas dari perjalanan panjang Muhammad sebagai pelaku Bisnis,
sejak kecil sudah harus belajar menjadi penggembala, beranjak dewasa ia harus
belajar dagang menjelajahi daerah-daerah di Arab bersama pamannya. Sampai
akhirnya ia harus melakukannya aktivitas dagang dengan mandiri.
TEORI
14 Etika Bisnis Nabi Muhammad
Seperti
ditulis dalam berbagai literatur bahwa kesuksesan Muhammad tersebut berdasarkan
pada pribadi Muhammad yang selalu mengutamakan kejujuran, amanah dan
kepuasan konsumen. Dengan cara-cara inilah Muhammad terkenal sebagai pebisnis andal
dan sukses. Para pakar Bisnis modern mencoba mengadakan kajian
terhadap jejak bisnis Muhammad, kesimpulan mereka adalah rahasia
kesuksesan bisnis Muhammad karena beliau menggunakan etika dalam berbisnis.
Etika bisnis ini didasarkan pada pengalaman Muhammad ketika menjadi
pedagang, kemudian pengalaman beliau tersebut dilegalkan dengan hadits-hadits
ketika Muhammad sudah diutus menjadi Rasul. Berikut beberapa etika bisnis yang
dilakukan Muhammad terhadap klien atau konsumennya.
1. Jujur dalam menjelaskan produk
Kejujuran Muhammad sudah diakui, ia adalah manusia
yang paling jujur didunia. Beliau selalu mengatakan dengan jujur produk/barang
yang didagangkannya, jika barang itu rusak atau jelek, beliau akan mengatakan
kerusakan atau kejelekan barang tersebut. Sangat jarang pedagang yang berani
berkata jujur perihal kualitas barang dagangannya. Diceritakan dalam suatu
riwayat suatu hari ada pembeli yang menanyakan kain yang pernah dibeli
temannya. Lantas Muhammad menjawab, “kain yang tuan inginkan sudah habis,
ini ada yang lain tetapi beda dengan yang tuan maksud, dan harganya tentu
berbeda dengan yang teman tuan beli tadi.” Lantas pembeli merasa kalau Muhammad
hendak menaikkan harga tersebut karena sedang digandrungi oleh konsumen. Dan
menurut pandangan pembeli kain tersebut sama dengan yang dibeli temannya tadi.
Kemudian pembeli bertanya, “Apakah engkau akan
menaikkan harga kainini?,” Muhammad menjawab “tidak, justru harga kain ini
lebih murah dari yang teman anda beli, walaupun kain ini memang sama persis
dengan yang teman anda beli, tapi kualitasnya berbeda”. Selain dari riwayat tersebut Rosulullah juga
bersabda: “Sesama muslim itu bersaudara, tidak halal bagi seorang muslim
menjual barangnya kepada muslim lain, padahal barang tersebut terdapat
aib/cacat melainkan dia harus menjelaskan (aib/cacat) nya itu.” (HR.Ahmad).
2. Suka sama suka (an taradhin)
Permintaan dan penawaran dalam sistem jual beli akan
terasa nikmat dan indah jika dilakukan secara fair dengan konsep ikhlas,
di mana kedua belah pihak yang bertransaksi melakukannya atas dasar suka sama
suka. Hal inilah yang dilakukan Muhammad, beliau tidak akan melakukan transaksi
jual beli kecuali kedua belah pihak suka sama suka, sehingga beliau sebagai
penjual senang dan orang lain sebagai pembeli lebih senang karena ia mendapat
barang yang diinginkannya dengan ikhlas dan mudah. “Jual beli harus dipastikan harus saling meridhai.”
(HR. Baihaqi dan IbnuMajjah)
Prinsip suka sama suka disebutkan dalam al-Qur’an
surat An-nisa ayat 29: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling
memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan
yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh
dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”
3. Tidak menipu takaran, ukuran dan timbangan
Muhammad sangat menghindari praktek penipuan,
tentunya Muhammad selalu jujur dalam menimbang. Praktek bisnis yang
banyak mengandung penipuan pada umumnya adalah promosi. Muhammad pernah
memberikan teknik sales promotion yang jitu kepada seorang pedagang. Suatu
ketika beliau mendapati seorang sedang menawarkan barang dagangannya, beliau
melihat ada yang janggal pada diri orang tersebut, kemudian beliau lewat dan
menasihatinya, orang tersebut sangat menawarkan baju kepada orang yang jangkung
tapi baju yang ditawarkannya pendek.
Rasulullah bersabda yang artinya: dari Abu Hurairah
bahwasanya Nabi saw melarang jual belihashah dan jual beli gharar (yang belum
jelas harga, barang, waktu dan tempatnya)
4. Tidak menjelekkan Bisnis orang lain
Menjelek-jelekan Bisnis orang lain yang
merupakan pesaingnya adalah tindakan pengecut. Banyak orang terjebak ke dalam
tindakan yang tidak terpuji demi mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin,
misalnya dengan menjatuhkan reputasi pesaingnya dengan menjelek-jelekannya.
Dalam berbisnis (berdagang), Muhammad tidak pernah menjelek-jelekan
dagangan milik orang lain, justru beliau selalu membantu mempromosikan pedagang
lain jika barang dagangan yang ada pada dirinya tidak tersedia.
5. Bersih dari unsur riba
Muhammad dalam berbisnis tidak pernah melakukan
riba sedikit pun, apalagi memakan hasil riba. Bahkan dalam suatu hadits beliau
mengutuk praktek riba dan menyamakan pelaku riba sebagai pembuat dosa besar.
6. Tidak menimbun barang
Dalam bahasa Arab disebut dengan “al-ikhtikar”. Kata
ini mengandung makna azh-zhulm (aniaya) dan isa’ah
al-mu’asyirah(merusak pergaulan). Secara umum dapat diambil pengertian yaitu
aktivitas menyimpan barang yang dibutuhkan masyarakat dengan tujuan menjualnya
ketika harga telah melonjak, barang itu baru dipasarkan.
Muhammad dalam berbisnis tidak pernah melakukan
penimbunan barang, bahkan beliau melarang para pedagang melakukan penimbunan.
Hal ini tercermin dalam berbagai hadits yang ditegaskan beliau tentang larangan
dan ancaman bagi orang yang menimbun. Dari Ibnu Umar (bahwasanya) Nabi saw (bersabda):
“barangsiapa yang menimbun makanan selama empat puluh hari (dengan
tujuanmenaikkan harga) ia telah berlepas dari diri Allah dan Allah juga
berlepas diri darinya”
7. Tidak melakukan monopoli
Monopoli merupakan cara batil dalam memperoleh
harta. Sebab praktek monopoli pada umumnya merugikan orang lain karena bersifat
tidak fair dan tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk bisa
melakukan usaha yang sama. Muhammad menentang praktek-praktek monopoli yang dilakukan
pedagang Arab.
Dalam sebuah hadis disebutkan: “Nabi SAW ditanya
tentang mata pencaharian yang paling baik. Beliau menjawab, “Seseorang bekerja
dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Bajjar, Hakim menyahihkannya
Rifa’ah Ibn Rafi’).
8. Membayar upah pekerja sebelum keringatnya kering
Gaji atau upah merupakan harapan terbesar bagi
seorang buruh yang bekerja mencari nafkah, oleh karena itu pemberian upah harus
sesuai dengan kerja yang dilakukan.
Dalam hadis disebutkan,: “Berikanlah upah pekerja
sebelum keringat nya kering.” (HR. Ibnu Majahdari Ibnu Umar).
9. Teguh menjaga amanah
Muhammad selalu menjaga etika ini dalam menjalankan
aktifitas dagangannya. Ketika Muhammad menjadi karyawan Khadijah ia
selalu menjaga barang bawaannya selama perjalanan dan menjual
barang-barang tersebut sesuai amanat dari Khadijah.
10. Toleran dalam
berbisnis
Sifat toleran merupakan salah satu kunci sukses
Muhammad. Sifat ini akan membuka kunci rezeki dan sarana hidup tenang bagi para
pebisnis. Manfaat toleran adalah mempermudah pergaulan, mempermudah urusan jual
belidan mempercepat kembalinya modal. Toleran dalam berbisnis berarti sikap
memudahkan dan berlapang dada dalam menjalin kerjasama bisnis, baik
perdagangan, industri maupun bisnis lainnya. Sikap toleran mendorong
kokohnya jalinan kemitraan bisnis, memudahkan setiap urusan, rasa empati
terhadap rekan kerja dan sikap positif lainnya.
11. Menepati janji
Pebisnis yang sukses pasti bisa memegang janji
yang diucapkannya sendiri, baik terhadap pelanggannya maupun di antara sesama
pedagang. Muhammad adalah pebisnis yang selalu menepati janji, terutama
kepada pelanggannya. Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa Muhammad pernah
janji akan bertemu dengan pelanggannya untuk mengadakan transaksi Bisnis,
tetapi pelanggan tersebut lupa dengan janji itu sehingga tidak datang. Namun
Muhammad terus menunggu pelanggannya itu selama tiga hari sampai pelanggannya
itu datang.
12. Murah hati
Muhammad menganjurkan agar para pedagang selalu
bermurah hati dalam melakukan Bisnis. Murah hati dalam pengertian; ramah
tamah, sopan santun, murah senyum, suka mengalah, namun tetap penuh tanggung
jawab.
13. Bersikap adil
dalam menjalankan bisnis
Muhammad diutus untuk membangun keadilan, celakalah
bagi orang yang berbuat curang yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran
dari orang lain meminta untuk dipenuhi, sementara kalau menakar atau menimbang
untuk orang lain selalu dikurangi.
14. Menjual produk
yang dijamin kehalalannya
Setiap barang atau produk yang dijual harus merupakan
barang yang halal, baik dari segi zatnya maupun cara mendapatkannya. Rasulullah
melarang keras berbisnis barang-barang haram, seperti jual beli khamr,
obat-obatan terlarang, barang hasil curian dan lainnya.
ANALISIS
Pada zaman yang serba modern ini, sudah banyak cara-cara
para pedagang menjual dagangannya tidak hanya dengan melalui cara manual
(menjajakan dagangannya dan mengharapkan pembeli datang), akan tetapi sekarang
para penjual dapat mempromosikan dagangannya dengan sosial media (web,
twitter, instagram, dll). Sosial media merupakan cara yang sangat mudah, ampuh
dan praktis apabila ingin mempromosikan dagangan. Banyak kelebihan yang bisa
didapatkan dari sosial media. selain dari sosial media, promosi melalui iklan
di tv, majalah, ataupun brosur juga tidak kalah dengan promosi melalui social
media.
Akan tetapi, dengan semakin berkembangnya zaman, para
penjual seakan melupakan apa saja etika dalam berbisnis yang diajarkan oleh
Nabi Muhammad SAW. Banyak pedagang yang menjual dagangannya menyimpang dari
yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad. Sebagai contohnya adalah pada penjual
produk kecantikan yang sering mengomentari akun instagram artis-artis yang si
penjual mengatakan kalau dengan memakai produk tersebut, pasti membuat kulit
menjadi putih dan lain-lain. Padahal kenyataannya tidak benar. Produk yang
dijual itu sebagian besar merupakan produk abal-abal dan tidak memiliki
sertifikat BPOM dan Halal. Ini bertentangan dengan etika yang diajarkan Nabi
Muhammad tentang kejujuran dan menjual barang yang terjamin kehalalannya. Tentu
saja hal ini bisa merugikan konsumen.
Selanjutnya adalah pada “perang” iklan yang dilakukan 2
provider besar XL dengan Telkomsel dulu. Sule yang membintangi iklan XL bersama
Baim, disana Baim diminta mengatakan “om Sule ganteng” tetapi Baim tidak mau
mengikuti kata kata Sule, malah Baim mengatakan “om Sule jelek”. Begitu terus
yang Baim katakan meskipun dia sudah di ‘sogok’ Sule dengan es krim yang
akhirnya XL membuat slogan “Sejujur Baim, Sejujur XL”.
Namun pihak Telkomsel ‘membalas’ iklan XL dengan
mengeluarkan iklan terbaru Telkomsel dengan menggaet Sule juga sebagai bintang
iklannya. Di iklan tersebut ceritanya Sule engatakan kepada pers bahwa dia
sudah taubat dan sudah kapok dibohongi anak kecil (Baim di iklan XL). Semua orang
pasti tahu maksud dari iklan ini adalah menyindir XL.
Dalam masalah ini, Nabi Muhammad telah mengajarkan etika
yang baik dalam berbisnis. Salah satunya adalah tidak menjelekkan bisnis orang
lain. Dapat disimpulkan bahwa salah satu pihak tersebut menjelekkan pihak lain.
Selain menjelekkan bisnis orang lain yang dilakukan salah satu bisnis tersebut adalah
tidak adanya sikap toleransi bagi pebisnis lain.
Selain itu, ada juga beberapa perusahaan yang menawarkan
produknya dengan memberikan potongan harga atau diskon tetapi untuk mendapatkan
diskon tersebut, terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi dulu oleh
pembeli. Contohnya seperti di website belanja online Qoo10, bagi para penyuka
ramen korea, saat ini sedang ada promosi di Qoo10 dengan membeli 1 paket ramen
(isi 5 pack) akan mendapatkan diskon sebesar 55%. Hal ini tentunya dapat
mempengaruhi pembeli yang tadinya tidak berminat membeli ramen tersebut,
akhirnya jadi tertarik untuk membeli dengan alasan sedang ada diskon. Lalu di
website yang sama, terdapat juga penawaran buy 1 get 1 free bagi pembelian
produk deodoran pria yang tentunya juga dapat menarik perhatian pembeli karena
memang deodoran merupakan salah satu kebutuhan masyarakat.
Selain Qoo10, ada juga Berrybenka yang setiap hari selalu
menawarkan produknya dengan banyak
potongan harga. Contohnya adalah pembeli akan mendapatkan potongan harga
sebesar Rp. 100.000 apabila pembeli melakukan pembelian minimal seharga Rp.
400.000. lalu ada juga voucher Rp. 50.000 bagi yang berlangganan newsletter
dengan memasukkan email kita ke kotak yang disediakan. Namun dengan adanya
penawaran penawaran yang sering dilakukan oleh Berrybenka, Berrybenka termasuk
perusahaan belanja online yang menepati janji. Saya merupakan salah satu
pelanggan Berrybenka, saya sering belanja di sini. Waktu H-3 lebaran Idul Fitri
tahun ini, saya membeli baju disana dan pihak Berrybenka memang mengatakan
kalau mereka akan mengantarkan pesanan sebelum hari lebaran agar pesanan dapat
digunakan pada hari lebaran. Dan itu benar saja. Pada H-2 lebaran atau sehari
setelahnya, baju pesanan saya sudah sampai dirumah saya dengan selamat. Saya
juga sangat menyukai barang yang saya beli karena memang semua yang dijual oleh
Berrybenka merupakan barang yang bagus. Ini sebagai contoh bahwa masih ada
perusahaan atau penjual yang menepati janji seperti yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad ketika berbisnis.